Tadi malam saya bermimpi berjalan-jalan di pinggir pantai bersama
dengan Tuhan. Sementara di langit terpapar layar raksasa yang menayangkan
rentetan perjalanan hidup saya sejak kecil.
Secara berurutan, satu demi satu episode kehidupanku ditayangkan.
Mengiringi setiap adegan selalu terlihat dua pasang telapak kaki di pasir
pantai. Yang sepasang adalah kaki saya, sepasang lainnya adalah “telapak kaki”
Tuhan yang selalu menyertaiku.
Bak tersihir, mata ini tak berkedip memandang layar. Anehnya, setiap
kali layar menayangkan masa-masa sulit, yang terlihat hanya sepasang kaki saja.
“Ya Tuhan, bukankah ketika saya memutuskan untuk ikut denganMu, Kau
akan selalu menyertai hidupku. Tapi justru di saat saya menderita dan terjerat
kesulitan, mengapa Tuhan meninggalkanku ? Buktinya yang terlihat di pasir hanya
sepasang telapak kaki ?” Saya bertanya kepada Tuhan.
“Anakku, Aku selalu mengasihi kamu. Aku takkan pernah meninggalkanmu
sendirian. Saat kamu menderita atau sedang jatuh dalam kesulitan, memang hanya
terlihat sepasang kaki saja. Ketahuilah, itu adalah kakiKu karena saat itu Aku
sedang menggendongmu.”
“Hidup ini begitu “constructed”
sehingga sebuah kejadian kecil pun tidak bisa, tidak
akan bisa, tak pernah bisa sesuai dengan kehendak kita”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar