Minggu, 30 September 2012

Cermin Diri





Alkisah, ada seorang pria kaya raya berpesan kepada pembantunya, “Aku akan pergi ke luar negeri selama setahun untuk urusan bisnis. Selama kepergianku aku minta kau membangun sebuah rumah. Pilihan bentuk dan desainnya sesuai kehendakmu. Besar atau kecilnya terserah kau. Ini aku beri uang untuk membeli bahan bangunan, ongkos tukang serta gajimu selama membangun rumah itu.”

Seminggu kemudian, berangkatlah sang majikan ke luar negeri. Alangkah senangnya si pembantu mendapat proyek basah. Seumur-umur  ia belum pernah mengelola uang sebesar ini. Otak liciknya segera berputar. Selama mengerjakan tugas, si pembantu menggelapkan nilai proyek. Caranya, mark up sana, sunat sini. Ia memakai material yang sepintas tampak bagus padahal kualitasnya jelek. Toh, nantinya pada saat rumah ini mulai rusak ia pasti tak lagi bekerja di sini. Begitu pikirnya.

Setahun kemudian sang majikan pulang. 
Ia menanyakan rumah baru tersebut.
“Beres Tuan ! Segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Rumah sudah siap dihuni,” kata si pembantu bangga.
“Baik. Nah, apakah kamu sendiri merasa puas dengan hasil karyamu ?” giliran sang majikan bertanya.
“Oh, ya tentu saja Tuan.”
“Baik, kalau begitu,” jawab sang majikan. “Ketahuilah, aku meyuruh kau membangun rumah ini untuk kenang-kenangan sekaligus penghargaan atas pengabdimu bekerja di sini bertahun-tahun.”

Mendengar ucapan sang majikan, terperanjatlah si pembantu. Perasaannya campur aduk. Ia merasa sangat malu, dan cemas. 
Betapa tidak ? Ia telah menghambur-hamburkan uang hasil korupsinya. Kini justru ia harus bertanggung jawab atas rumah yang selamanya akan mengingatkannya pada tindak korupsi yang mencoreng integritas dan pribadinya.

Benarlah kata seorang filsuf, cara terbaik untuk menentukan jenis karakter seseorang adalah dengan member kesempatan mereka menunjukkan tingkah laku mental dan moralnya saat mereka masih aktif dan benar-benar menikmati hidup. 
Karena pada saat itu pasti ada suara di dalam hatinya yang mengatakan, “Inilah saya yang sebenarnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar