Minggu, 30 September 2012

Semua Sama di Mata Tuhan .....



Hari itu panas. Duduk di sebuah depot pangsit kuah, aku mengamati Bapak tukang sampah yang lagi mengambil sampah di parkiran depot.
Ada sesuatu di dirinya yang mengambil perhatianku. Mungkin karena dia terlihat tua dan lelah.

Setelah beberapa waktu dia mengais sampah, dia berjalan ke arah meja kasir yang terletak di batas parkiran dan depot, dia diam sesaat, dia terlihat tidak begitu percaya diri, lalu dia berkata : ‘ Es teh manis…… satu es teh manis…”
Dia lalu melepas sandalnya di teras warung, masuk dan duduk di meja belakangku.
Aku makan sambil mengamati sekeliling. Semua orang makan dan minum. Semua orang mengenakan sandal. Kecuali Bapak di belakangku.

Aku berdiskusi dengan diriku bagaimana apakah sebaiknya aku membelikannya makan atau bagaimana.
Bapak tua itu terlihat santai meminum es tehnya sambil mengisap sebatang rokok.
Tak lama dia bangun, berjalan ke kasir dan bertanya “Berapa ?” Dia memberikan uang dan mengenakan sandalnya lalu pergi meraih handel gerobak dan menariknya.
Dalam sepenggal pertemuan dengannya dia berbicara tanpa kata kepada saya tentang perjuangan, tentang kehormatan, tentang hidup.

Saya pun segera membayar pangsit kuah saya dan pergi menyusulnya. Saat saya bersisian dengannya, saya mengeluarkan uang dan memberikan padanya…”Pak, ini untuk tambahan”
Dia diam sesaat, menerimanya dan berkata “Terima kasih” lalu melanjutkan menarik gerobak sampahnya.
Saya lalu pergi melanjutkan perjalanan saya…. “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik”

Ada saat mungkin kita terlihat atau merasa kecil dan tidak percaya diri. Namun seperti Bapak itu, punyalah keberanian untuk tetap mengayunkan langkah menjalani hidup sebagai pribadi yang terhormat karena setiap kita sama berharganya di mata Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar