Minggu, 30 September 2012

Dibesuk Malaikat



Seorang Ibu kebingungan ketika malam itu dokter memberitahu lewat telepon, suaminya terkena serangan jantung serius selagi menjalani pemeriksaan kesehatan. 
Tanpa pikir panjang, bahkan gagang teleponnya pun belum ditutup, ia meluncur ke rumah sakit. Si Ibu mencoba untuk tidak berprasangka buruk, namun begitu sampai di kamar rawat sang suami, ia begitu emosional. 

Berbagai macam selang infus, alat-alat medis yang besar, serta layar monitor dengan tampilan garis-garis yang meliuk-liuk, tampak mengitari tubuh suaminya yang terbujur tak berdaya, “Apa yang terjadi ?” teriaknya panik.
“Terkena stroke,” ujar seorang perawat lirih. “Sekarang ia mulai stabil, namun masih belum bisa bereaksi.”

Sambil menahan gemetar, si Ibu berjongkok di sisi ranjang dan memegang erat tangan suaminya. 
“Sayang, kami amat mencintaimu,” bisiknya, sambil meletakkan telapak tangan si sakit di keningnya. Ia berdoa, memohon agar suaminya cepat sembuh.
“Ibu, apa yang anda lakukan di sini?” seorang dokter bertanya dari pintu kamar. 

Bawel amat dokter ini, pikir si Ibu.
“Tidakkah dokter lihat ? Saya sedang berdoa untuk suami saya,” jawabnya.
“Ya, tapi suami Ibu ada di kamar sebelah.”

Ternyata lantaran panik dan emosional, si Ibu salah masuk kamar. “Oh, Tuhan, betapa bodohnya aku ! Semoga pria malang ini tidak terganggu,” katanya sambil berlalu dari kamar tersebut. 
“Dia belum sadar. Barangkali dia tidak mendengar apa yang anda katakan,” hibur si dokter.

Hari berikutnya, ketika si Ibu membesuk suaminya, ranjang di kamar sebelah terlihat kosong. “Apa yang terjadi dengan pasien di sebelah?”

“Kemarin ia siuman sesaat setelah anda pergi,” ujar sang dokter. 
“Dalam perawatan lanjutan, kondisinya terus membaik. Menurut pengakuannya kemarin ia didatangi malaikat, yang membisikkan kepadanya agar segera sembuh.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar